Bernapas Tanpamu
Aku Sasqia dan dia
adalah teman ku Danis namanya, aku mulai mengenalnya sejak pertama kali masuk
SMA. Awalnya biasa saja saat berkenalan dengan dia tapi lama-lama terasa
berbeda saat menatapnya. aku mulai memperhatikannya, melihat tingkahnya, dan
akhirnya aku mulai menyukainya. Walau sering danis mengacuhkanku, tapi aku
takkan jera untuk mendapatkan cintanya. Aku selalu membantu danis disaat dia
butuhkan dan selalu ada di sampingnya walau dia tak pernah menyadarinya.
Sedikit demi sedikit penantian ku mulai berbuah di saat aku tau danis sudah
putus dengan pacarnya, perasaan di hati ini tak bisa ku lukiskan.
Saat
melihat mata danis jantungku langsung berdetak kencang seperti mau copot ,
hahaha ada-ada saja aku ini. Walau danis tak pernah memberikan perhatian lebih
padaku, tapi aku tidak pernah berhenti untuk memberikan perhatian ku padanya.
Entah mengapa hari-hari ini sangat berbeda dengan hari sebelumnya, karna danis
sedikit demi sedikit sudah mau memberikan perhatiannya padaku walau hanya
sekedar menyapa, bertanya, menegur, tertawa bersama-sama, dan masih banyak lagi
bagi ku itu saja sudah cukup membuat ku bahagia.
Kami
mulai semakin dekat saat aku mulai merasa bahwa danis sudah membuka hatinya
kembali. Sungguh aku tidak mau kecewa lagi danis, berikan aku kesempatan, itu
doaku disaat aku mau beranjak tidur. Aku selalu berkhayal bisa bersama danis,
bercanda bersama, tertawa, bergurau, haah kapankah itu semua akan terwujud ?. Aku ingin danis mempunyai perasaan yang sama
dengan ku, aku ingin dia mengungkapkannya padaku. Masa harus aku duluan sih
yang ngomong perasaanku ini padamu ?. aku rasa ini belum waktunya, aku takut
kalau cintaku harus pupus di tengah jalan. Aku harus sabar menunggu waktu yang
tepat.
Tapi
di saat aku menunggu waktu yang tepat aku mulai sadar bahwa cintaku bertepuk
sebelah tangan dan danis nggak punya perasaan sedikit pun terhadapku malah baru
aku tau kalau dia ternyata menyukai sahabat ku sendiri. Haah… kenapa ?? kenapa
harus dia ?? Apa nggak ada perempuan lain kecuali sahabat ku sendiri ?? apa
kamu tau gimana perasaan ku ? apa kamu peduli ?. Rasa cinta yang dulu kurasakan
sekarang berubah menjadi rasa benci. Menyesal , ya itulah yang saat ini aku
rasakan , menyesal karena aku mengharapkan cinta dari seseorang yang nggak
punya hati seperti danis. Bodohnya diriku mencintai orang yang sama sekali
nggak pernah peduli kalau aku ini ada. Cukup sakit ini yang dia torehkan ,
cukup luka ini yang dia ukir, terima kasih atas harapan palsu yang akhirnya
membuatku kecewa.
Hari-hari
kulalui hanya dengan perasaan yang tak pasti, dirumah aku hanya duduk di dekat
jendela mendengarkan lagu-lagu sedih sambil menangisi apa yang telah terjadi.
Aku belum bisa menerima ini semua, ini seperti mimpi buruk yang kedatangannya
tak pernah ku harapkan. Aku belum bisa move on, aku butuh waktu yang mungkin
bisa membuatku melupakan semua sakit yang kurasakan saat ini. Beri sedikit
waktu untukku danis, agar aku terbiasa bernafas tanpa mu.
Aku
bangkit dari rasa sedih yang selama ini menyelimuti hatiku. Kulalui hariku
dengan biasa saja namun, ada yang berbeda aku mulai mengalihkan perhatianku
darinya. Menghindar, ya itulah yang kulakukan, aku tidak mau lagi jatuh hati
padanya. Dia masih perhatian sama aku, danis sering bertanya dan menyapa ku
tapi semua itu selalu ku acuhkan. Aku ingin bisa move on, jadi ya aku harus
jauh-jauh dari danis. Lama kelamaan danis mulai bosan ku cuekin dan akhirnya
dia jarang bertanya lagi padaku, emm inilah yang terbaik yaitu hanya sebatas
teman .
Mungkin
danis bingung kenapa sikapku mulai berubah padanya. Maaf nis, semua ini harus
kulakukan, aku nggak mau terjebak dalam rasa ini, aku harus menjauh darimu.
Menyembuhkan semua luka di hati ini, melupakan semua perasaan ku padamu.
Biarlah ini semua menjadi masa lalu,masa lalu yang sulit untuk di lupakan dalam
ingatan ku dan akan tetap melekat dalam hatiku.
Menghindar
dari danis bisa membantuku untuk move on, walau susah pada awalnya namun, semua
itu tak membuatku menyerah. Membuang semua rasa cintaku untuk danis,
melepaskannya dan merelakannya untuk orang lain itulah hal yang terbaik. Aku
yakin suatu saat aku akan menemukan cinta yang lain walau cinta yang tak bisa
sama dengan cintaku untuk danis. “Jagalah cinta ketika kamu memilikinya. Cinta
itu seperti denyut jantung, kamu tak pernah tau kapan akan berakhir, jadi
mungkin kita tak bisa hidup tanpa cinta.”
Sekarang
aku sudah membaik, tak ada lagi sedikit
pun rasa cinta dan benci ku untuk danis, semuanya sirna. Disaat aku mulai bisa
melupakan danis, danis malah datang kembali, iya kembali seperti nggak punya
rasa bersalah sedikit pun. “Cukup, cukup danis aku nggak mau sakit hati untuk
kedua kalinya, cukup sekali aja aku ngrasain patah hati sesakit ini,” ujarku
dalam hati. Pergilah nis, pergi dari hidupku atau mungkin akulah yang harus
pergi menjauh darimu, inilah yang terbaik bagiku dan juga bagimu supaya tak ada
lagi yang terluka lagi di dalam cerita ini.
Biarlah
danis menjadi temanku dan selamanya akan tetap begitu. Selamat tinggal luka,
selamat tinggal kenangan, selamat datang kebahagiaan. :)
terima kasih sudah membuka blog ini :) kalau boleh tolong di like , coment , and share ya :) #admin