Monday, October 28, 2013

my story



Bernapas Tanpamu

Aku Sasqia dan dia adalah teman ku Danis namanya, aku mulai mengenalnya sejak pertama kali masuk SMA. Awalnya biasa saja saat berkenalan dengan dia tapi lama-lama terasa berbeda saat menatapnya. aku mulai memperhatikannya, melihat tingkahnya, dan akhirnya aku mulai menyukainya. Walau sering danis mengacuhkanku, tapi aku takkan jera untuk mendapatkan cintanya. Aku selalu membantu danis disaat dia butuhkan dan selalu ada di sampingnya walau dia tak pernah menyadarinya. Sedikit demi sedikit penantian ku mulai berbuah di saat aku tau danis sudah putus dengan pacarnya, perasaan di hati ini tak bisa ku lukiskan.
Saat melihat mata danis jantungku langsung berdetak kencang seperti mau copot , hahaha ada-ada saja aku ini. Walau danis tak pernah memberikan perhatian lebih padaku, tapi aku tidak pernah berhenti untuk memberikan perhatian ku padanya. Entah mengapa hari-hari ini sangat berbeda dengan hari sebelumnya, karna danis sedikit demi sedikit sudah mau memberikan perhatiannya padaku walau hanya sekedar menyapa, bertanya, menegur, tertawa bersama-sama, dan masih banyak lagi bagi ku itu saja sudah cukup membuat ku bahagia.
Kami mulai semakin dekat saat aku mulai merasa bahwa danis sudah membuka hatinya kembali. Sungguh aku tidak mau kecewa lagi danis, berikan aku kesempatan, itu doaku disaat aku mau beranjak tidur. Aku selalu berkhayal bisa bersama danis, bercanda bersama, tertawa, bergurau, haah kapankah itu semua akan terwujud ?.  Aku ingin danis mempunyai perasaan yang sama dengan ku, aku ingin dia mengungkapkannya padaku. Masa harus aku duluan sih yang ngomong perasaanku ini padamu ?. aku rasa ini belum waktunya, aku takut kalau cintaku harus pupus di tengah jalan. Aku harus sabar menunggu waktu yang tepat.
Tapi di saat aku menunggu waktu yang tepat aku mulai sadar bahwa cintaku bertepuk sebelah tangan dan danis nggak punya perasaan sedikit pun terhadapku malah baru aku tau kalau dia ternyata menyukai sahabat ku sendiri. Haah… kenapa ?? kenapa harus dia ?? Apa nggak ada perempuan lain kecuali sahabat ku sendiri ?? apa kamu tau gimana perasaan ku ? apa kamu peduli ?. Rasa cinta yang dulu kurasakan sekarang berubah menjadi rasa benci. Menyesal , ya itulah yang saat ini aku rasakan , menyesal karena aku mengharapkan cinta dari seseorang yang nggak punya hati seperti danis. Bodohnya diriku mencintai orang yang sama sekali nggak pernah peduli kalau aku ini ada. Cukup sakit ini yang dia torehkan , cukup luka ini yang dia ukir, terima kasih atas harapan palsu yang akhirnya membuatku kecewa.
Hari-hari kulalui hanya dengan perasaan yang tak pasti, dirumah aku hanya duduk di dekat jendela mendengarkan lagu-lagu sedih sambil menangisi apa yang telah terjadi. Aku belum bisa menerima ini semua, ini seperti mimpi buruk yang kedatangannya tak pernah ku harapkan. Aku belum bisa move on, aku butuh waktu yang mungkin bisa membuatku melupakan semua sakit yang kurasakan saat ini. Beri sedikit waktu untukku danis, agar aku terbiasa bernafas tanpa mu.
Aku bangkit dari rasa sedih yang selama ini menyelimuti hatiku. Kulalui hariku dengan biasa saja namun, ada yang berbeda aku mulai mengalihkan perhatianku darinya. Menghindar, ya itulah yang kulakukan, aku tidak mau lagi jatuh hati padanya. Dia masih perhatian sama aku, danis sering bertanya dan menyapa ku tapi semua itu selalu ku acuhkan. Aku ingin bisa move on, jadi ya aku harus jauh-jauh dari danis. Lama kelamaan danis mulai bosan ku cuekin dan akhirnya dia jarang bertanya lagi padaku, emm inilah yang terbaik yaitu hanya sebatas teman .
Mungkin danis bingung kenapa sikapku mulai berubah padanya. Maaf nis, semua ini harus kulakukan, aku nggak mau terjebak dalam rasa ini, aku harus menjauh darimu. Menyembuhkan semua luka di hati ini, melupakan semua perasaan ku padamu. Biarlah ini semua menjadi masa lalu,masa lalu yang sulit untuk di lupakan dalam ingatan ku dan akan tetap melekat dalam hatiku.
Menghindar dari danis bisa membantuku untuk move on, walau susah pada awalnya namun, semua itu tak membuatku menyerah. Membuang semua rasa cintaku untuk danis, melepaskannya dan merelakannya untuk orang lain itulah hal yang terbaik. Aku yakin suatu saat aku akan menemukan cinta yang lain walau cinta yang tak bisa sama dengan cintaku untuk danis. “Jagalah cinta ketika kamu memilikinya. Cinta itu seperti denyut jantung, kamu tak pernah tau kapan akan berakhir, jadi mungkin kita tak bisa hidup tanpa cinta.”
Sekarang aku sudah  membaik, tak ada lagi sedikit pun rasa cinta dan benci ku untuk danis, semuanya sirna. Disaat aku mulai bisa melupakan danis, danis malah datang kembali, iya kembali seperti nggak punya rasa bersalah sedikit pun. “Cukup, cukup danis aku nggak mau sakit hati untuk kedua kalinya, cukup sekali aja aku ngrasain patah hati sesakit ini,” ujarku dalam hati. Pergilah nis, pergi dari hidupku atau mungkin akulah yang harus pergi menjauh darimu, inilah yang terbaik bagiku dan juga bagimu supaya tak ada lagi yang terluka lagi di dalam cerita ini.
Biarlah danis menjadi temanku dan selamanya akan tetap begitu. Selamat tinggal luka, selamat tinggal kenangan, selamat datang kebahagiaan. :)




terima kasih sudah membuka blog ini :) kalau boleh tolong di like , coment , and share ya :) #admin

No comments:

Post a Comment